ATURAN MENDIDIK ANAK……………


Step 1
Anda harus berkolaborasi dengan suami untuk memilih pola asuh terbaik. Ingat di hari kemarin, perempuan.com telah menuliskan beberapa tipe pola asuh yang bisa anda terapkan bagi anak-anak. Anda dan suami harus kompak menerapkannya agar anak tidak merasa bingung karena keinginan ayah dan ibunya yang berbeda-beda.

Step 2
Anda harus menjadi orangtua yang pantas diteladani dengan mencontohkan sifat-sifat positif pada anak. Pada dasarnya anak-anak adalah peniru ulung. Mereka melakukan semua tindakan berdasarkan apa yang telah dilihat pada orantuanya. Jadi jangan sampai ceroboh memberikan contoh yang tidak baik pada anak.

Step 3
Sesuaikan pola asuh dengan situasi, kondisi, kemampuan dan kebutuhan anak. Pola asuh balita tentu akan berbeda dengan pola asuh remaja. Jangan mendidik anak dengan sesuatu yang tidak dia mengerti. Usahakan anak mudah paham dengan apa yang kita inginkan tanpa merasa ada paksaan alias atas dasar kesadaran diri sendiri.

Step 4
Anda harus tetap disiplin dalam membimbing anak sejak mulai kecil hingga dewasa agar anak dapat mandiri dan dihormati serta dihargai oleh masyarakat. Hal-hal kecil seperti bangun tidur tepat waktu, membantu pekerjaan rumah tangga orangtua, belajar dengan rajin, merupakan salah satu bentuk pengajaran kedisiplinan dan tanggungjawab pada anak. Namun perlu diingat, semua itu haruslah dikerjakan dengan bentuk yang lebih fun agar anak bisa menerimanya dengan baik.

Step 5
Kenalkan pada mereka nilai-nilai moral dan agama sejak kanak-kanak. Nilai-nilai agama tentu dapat menjaga buah hati anda agar berhati-hati dalam bertindak dan berperilaku. Nilai-nilai agama juga dapat mengenalkan mereka pada Sang Pencipta dan hasil ciptaannya serta mengenalkan mereka pada kehidupan akhirat.

Step 6
Komunikasi dilakukan secara terbuka dan menyenangkan dengan batasan-batasan tertentu agar anak terbiasa terbuka pada orangtua ketika ada hal yang ingin disampaikan atau hal yang mengganggu pikirannya. Bila anda jengkel dengan anak, gunakan ungkapan yang baik dan tidak langsung yang dapat dipahami anak agar anak tidak lantas menjadi tertutup dan menganggap orangtua tidak menyenangkan.

Step 7
Hindari tindakan negatif pada anak seperti memarahi anak tanpa sebab, menyuruh anak seenaknya seperti pembantu tanpa batas, menjatuhkan mental anak, merokok, malas beribadah, menbodoh-bodohi anak, sering berbohong pada anak, membawa pulang stres dari kantor, memberi makan dari uang haram pada anak, enggan mengurus anak, terlalu sibuk dengan pekerjaan dan lain sebagainya. Itu contoh seburuk-buruknya bagi anak. It’s a big NO!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s