SEMUA WANITA BISA MEMASAK


 
Ahli tata boga Sisca Soewitomo berpendapat, tiap wanita, khususnya kaum ibu pasti bisa memasak. Meracik bahan dan bumbu menjadi makanan sejatinya bukan pekerjaan yang sulit jika Anda punya kemauan. “Kemauan itu bisa ditularkan dengan cara melihat siaran memasak di televisi, membaca buku resep, atau berselancar di internet. Tinggal ikuti saja langkah-langkahnya,” kata Sisca. Sekali saja mampu menghasilkan masakan yang enak, pasti kaum ibu akan merasa senang dan termotivasi untuk terus berkreasi dengan masakannya. “Jadi, yang benar itu bukan ibu tidak bisa memasak, melainkan belum memperlihatkan kemampuannya secara maksimal,” imbuh Sisca. (www.okefood.com)

Menarik sekali membaca pendapat Sisca Soewitomo bahwa setiap ibu pasti bisa memasak. Aku pribadi sangat setuju dengan pendapat beliau karena aku sendiri mengalaminya.

Dulu ketika belum menikah aku sama sekali tidak bisa memasak. Mungkin kalau hanya sebatas membuat mie instant atau menggoreng telur masih okelah..tapi kalau sudah berhubungan dengan bumbu..nyerah deh. Memang sih aku sempat membantu ibu pada saat beliau membuat kue kering pesanan di hari raya. Tapi itupun hanya sebatas membantu mencetak kue..bukan membuat adonan. Ibuku memang tidak mewajibkan anaknya untuk bisa masak, bagi beliau tugas seorang anak adalah cukup belajar. Alhasil sampai aku menikah tetap saja belum bisa memasak.

Aku sangat beruntung karena suami adalah orang yang sangat pengertian. Dia tidak pernah menuntut istrinya selalu masak. Walaupun begitu mau tidak mau aku belajar..karena kalau jajan terus pasti boros..he..he..Dan di awal-awal menikah dulu sering aku hanya menggoreng telur, tahu, tempe, dan membuat sambal, itupun hanya sambal kecap karena pernah mencoba membuat sambal terasi dan hasilnya asin banget, aku sendiri tidak bisa menikmati. Benar-benar parah..🙂 Memang hanya itu yang aku bisa..dan makanan apapun yang aku siapkan suamiku selalu membawanya sebagai bekal makan siang untuk ke kantor..Dia memang lebih senang membawa bekal karena malas jalan keluar kantor untuk makan siang. Dia lebih memilih untuk tidak makan siang jika kebetulan tidak membawa bekal. Mungkin hal ini juga yang memaksaku belajar memasak.

Setelah itu aku belajar membuat sayur bayam dan sayur bening lainnya. Lebih gampang menurutku. Hasilnya.. masih aneh menurutku, nggak seperti kalo ibuku yang masak. Tapi anehnya..suamiku sama sekali tidak pernah protes. Entah masakanku enak atau nggak enak dia makannya tetap banyak..kelihatan menikmati..hi..hi..mungkin takut kalo protes aku ngambek gak mau masak lagi. Yah..apapun alasannya aku bersyukur karena dengan begitu aku akhirnya lebih berani lagi berekspresi dan mencoba resep-resep baru. Sekarang walaupun tidak ahli tapi hasil masakan sudah tidak seaneh dulu…..minimal untuk suami dan anak-anak..🙂

Jadi..apa yang membuat kita para ibu-ibu akhirnya bisa masak?..mungkin ada 3 hal yang menurutku penting.

  1. Kemauan

    Yang satu ini hukumnya wajib. Walaupun tidak mampu tapi kalau kita mau berusaha pasti nantinya kita juga akan mampu. Orang bisa karena biasa, nah untuk membiasakan itu kita harus mau melakukannya dulu. Musuh utamanya mungkin rasa malas yang datang menghampiri. Bagaimana menghindarinya??..ya kembali lagi harus dilawan rasa malas itu. Ketika kita sudah berhasil mengusir rasa malas itu maka saat itu kita bisa memulai.

  2. Percaya Diri

    Apa yang terjadi ketika kita memasak. Rasa dari masakan kita tergantung mood kita. Ketika kita yakin bahwa apa yang kita buat itu enak maka itulah hasil yang kita dapatkan. Toh kita sudah memegang buku resep, kalaupun ada yang kurang pas nanti kita bisa mencobanya lagi sampai kita menemukan rasa yang pas menurut kita.

  3. Dukungan Suami

    Yang ini tidak kalah penting karena apresiasi dari seorang suami itu sangat menentukan langkah istri selanjutnya. Aku punya seorang teman yang saat itu sampai anaknya lahir belum juga bisa memasak. Ketika aku tanya apa nggak pingin belajar, dia menjawab “aku udah pernah nyoba memasak, dan pas suamiku makan masakanku dia bilang kayaknya mendingan kamu gak usah masak deh, aneh banget rasanya”. Dan sampai sekarang sudah hilang keinginannya untuk belajar memasak. Ini pesan penting buat para suami lho. Jadi kalau ingin istrinya pintar masak, berilah kesempatan untuk bereksplorasi dan hargai usahanya. Toh kalau nanti sudah pintar masak yang untung juga suami..jadi gak terlalu boros untuk jajan di luar kan??..🙂

Mudah-mudahan berguna untuk para ibu dan calon ibu.

2 thoughts on “SEMUA WANITA BISA MEMASAK

  1. berkunjung di pagi hari sambil membaca konten sobat yang satu ini terasa lengkap. kopi dan rokok serta sedikit cemilan menambah suasana makin hidup… sobat berkunjung lah ke blog kami, mungkin anda juga akan merasakan seperi apa yang aku rasakan… salam kenal sob semoga sukss selalu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s