Artikel anak……


Kasus kejahatan acapkali memenuhi media dewasa ini. Mulai dari media elektronik hingga media cetak semuanya seolah berlomba menampilkan berita kejahatan yang dikemas sedemikian rupa. Yang lebih memprihatinkan, kejahatan itu tidak hanya menimpa orang dewasa tetapi juga anak-anak di bawah umur yang belum mengerti kehidupan.

Entah mungkin karena sudah mengakar, kejahatan terhadap “Si kecil” sulit sekali dihilangkan. Bahkan cenderung berubah menjadi lebih tertata, berevolusi sesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi. Mirisnya, saran dan kritik yang dilontarkan oleh orang yang tidak sepaham, tidak ditanggapi sama sakali. Anjing menggonggong kafilah berlalu.

 Realita terbaru adalah kasus tindak pidana terhadap anak yang meningkat hingga 20%. Tindak kekerasan yang paling banyak dilakukan adalah dalam bentuk pelecehan seksual, pemerkosaan dan trafficking. Ingat! Ini dalam perkara yang memang benar-benar tindak pidana kekerasan. Nah, apa jadinya jika tindak kekerasan itu berupa perbuatan yang terselubung?

 Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Seto Mulyadi-dipanggil Kak Seto mengungkapkan bahwa pelaku industri televisi dan orang tua sering tidak menyadari bahwa mereka telah melakukan eksploitasi terhadap anak lewat dunia hiburan. Buktinya, kita sering melihat bahkan mungkin menikmati hiburan TV yang bergenre remaja atau dewasa menggunakan aktor anak di bawah umur dengan tujuan menarik minat penonton. Bentuk hiburannya dalam bentuk kontes anak, infotainment, bahkan film.  

Dampak dari tindakan itu akan menimpa anak yang berperan sebagai pemain juga pada anak yang menontonnya. Anak-anak belajar tentang banyak hal dari proses meniru apa yang mereka lihat. Sebagai penonton, anak akan memperhatikan penampilan, dialog, juga prilaku aktornya. Apa jadinya jika penampilannya tidak sesuai untuk anak, dialognya tidak pantas dilakukan oleh anak bahkan nyanyiannya tidak pantas dinyanyikan oleh mereka.

Bagi anak yang menjadi aktor juga akan timbul dampak buruk. Anak-anak akan mengalami keterkejutan budaya. Kebiasaan hidupnya yang biasa-biasa, tiba-tiba berubah drastic, dikelilingi penggemar yang meminta tanda tangan juga dikerubuti wartawan yang ingin mendapatkan berita darinya. Anak juga harus mengikuti hidup serba teratur yang mungkin akan membebani jiwanya. Yang paling membahayakan adalah timbulnya sikap sombong dan kehidupan gelamor pada anak.

Lalu apa yang bisa dilakukan untuk menghadang gejala berbahaya ini? Sekjend Komnas Perlindungan Anak, AM Sirait mengungkapkan perlu adanya kesadaran dari pelaku industri TV  bahwa mereka memikul tanggung jawab edukasi dalam tayangannya. Orang tua juga hendaknya menyadari bahwa segala sesuatu ada waktunya. Tidaklah bijak jika seandainya orang tua egois menjadikan anak sebagai idola, padahal itu hanyalah kehendak mereka saja.

Undang-undang Nomor 23/2002 tentang perlindungan anak pun menyebutkan bahwa anak memiliki hak bermain dan belajar. Nah, jika terjadi pelanggaran terhadap hak anak bukankah itu termasuk bentuk eksploitasi yang harus ditindak?

2 thoughts on “Artikel anak……

  1. Merenungkan dampak kekerasan, praktek dan lingkungan yang penuh kekerasan terhadap anak-anak melalui karya perupa Haris Purnomo dan budayawan Sindhunata

    Menunggu Aba-aba : Bayi Bertato, Kepompong dan Pisau Sangkur

    Bagi saya karya-karya Haris Purnomo dalam pameran Kaum Bayi : Alegori Tubuh-tubuh yang Patuh ini merupakan kritik atas peradaban, kekerasan dunia orang dewasa, kekerasan tatanan masyarakat baik di lapangan politik, ekonomi, budaya, teknologi terhadap alam dan sesama manusia. Bumi air tanah tumbuh bayi-bayi mungil dengan tato sekujur tubuh, dalam bedong ber-pisau sangkur. Hangat kepompong dalam proses metamorfosis menjadi bentuk lain, kepribadian lain.

    Mereka Menunggu Aba-aba!!!!

    grekgrek, grekgrek, grengkek, grekgek atau seperti bunyi orang mengasah sangkur

    grek grek suara motor penggerak pisau sangkur menghipnotis ruang bentara budaya yang temaram mencabik kenyamanan, membuat ngeri, seperti dengkur pasukan perang, tentara pembunuh …… alien, mutan, monster…

    atau seperti bunyi orang mengasah sangkur

    Mereka Menunggu Aba-aba!!!

    bayi-bayi lelap dan jaga yang menimbulkan sayang dan haru itu, menyembul harap dan bahagia dan kengerian di sekitarnya, kontradiksi pedih, kemanusiaan abad ini….

    silah kunjung ….

    http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/05/menunggu-aba-aba-bayi-bertato-kepompong.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s