Psikologi keluarga 1………


Sumber : perempuan.com

Kebersamaan Dengan Si Kecil

Monday, 20 April 2009

Padahal kebersamaan dengan anak anda merupakan langkah-langkah awal membangun komunikasi yang berkualitas. Kebersamaan tak melulu menyita waktu anda. Seringnya anda bertemu dengan si kecil, bukan berarti terbangun kebersamaan secara otomatis. Semua itu harus dari hati dan ikhlas.

Anda pasti telah mendengar istilah pertemuan yang berkualitas? Disinilah kunci utama untuk membangun kebersamaan yang diinginkan anda dan si kecil. Jangan hanya bertemu lantas tak meninggalkan kesan mendalam. Lakukan aktivitas seru bersama anak anda, agar ia senantiasa mengingat pertemuan dan kebersamaan anda dengannya.

Aktivitas apa saja?

– Bercanda bersama
Aktivitas guyon bersama si kecil akan mengubah pola pikir anak anda dalam mengatasi sebuah masalah. Kegembiraan bisa menjernihkan semua waktu yang terbuang karena problem sehari-hari.

– Bermain bersama
Inilah aktivitas tanpa tuntutan, tidak ada kalah dan menang dalam aktivitas ini. Just fun, namun tetap berbekas di benak si kecil hingga dia mengharapkan anda melakukannya lagi bersamanya.

– Belajar bersama
Dengan ibu, semua menjadi lebih mudah untuk diserap. Anda tentu ingin anak menjadi pintar dan berkualitas. Ini saatnya mencari metode yang tepat bagi pembelajaran si kecil

 

Pembelajaran yang positif

Friday, 17 April 2009

Pembelajaran termasuk penerapan disiplin positif bisa dilakukan dengan mengamati perilaku buah hati anda serta memberikan batasan yang jelas mengenai tindak tanduk yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Komunikasi amatlah berperan penting disini.

Saat membangun sebuah komunikasi, anda harus memperhatikan bahasa cinta yang sederhana agar mudah diterima oleh si kecil.

Berikut beberapa cara penting yang bisa kita lakukan untuk membangun komunikasi berkualitas agar tercipta pembelajaran positif.

– Sosialisasi tindakan
Tindakan apapun yang akan kita lakukan, haruslah melihat kebutuhan anak. Sangat penting untuk menghargai pendapat mereka agar tercipta tindakan yang sesuai bagi kedua belah pihak.

– Penetapan Batas
Kuncinya adalah keberanian orangtua karena semua anak akan menguji batasan orangtua. Semua harus ada kejelasan antara ucapan dan tindakan.

– Pengalaman empiris
Biarkan anak-anak anda mendapat pengalaman dan menanggung akibat dari pelanggaran hal-hal yang telah disepakati.

– Penghargaan
Berikan apresiasi kepada mereka jika mereka telah sukses menerapkan pembelajaran dan disiplin dengan baik. Dekapan hangat akan sangat berarti buatnya.

 

Ucapan dengan Tindakan

Thursday, 16 April 2009

Mengerti dan paham adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan, terutama dalam proses belajar dan tumbuh kembang si kecil. Bagaikan haus akan sesuatu hal yang baru, si kecil kerap melakukan hal-hal yang tidak baik bahkan membahayakan dirinya sendiri. Misalnya, saat pertama kali melihat nyala lilin, ia mendekatinya dan menggenggam api pada lilin tersebut. Tentu saja tangannya akan terbakar.

Bila anda kebetulan melihat si kecil mendekati lilin tersebut, jangan hanya teriak “tidak boleh”. Alih-alih paham, ia malah tidak mengerti kenapa ia dilarang mendekati lilin tersebut.

Saat anda mengatakan jangan, lakukan bersamaan dengan tindakan. Dekati anak dan jauhkan dari lilin tersebut. Jika si kecil semakin penasaran, berikan tindakan pemahaman bahwa api pada lilin itu panas. Dekati tangannya sedikit pada api, di kala ia merasakan hangat lalu menjadi panas, seketika itu juga tangannya akan beeraksi menjauhi api tersebut. Inilah yang disebut pengertian dan pemahaman yang berhubungan dengan ucapan dan tindakan.

Lakukan hal ini pada kasus yang lain, hingga anak akhirnya mengerti dan paham pada apa-apa yang anda larang.

 

Biarkan Ia Tumbuh Dengan Baik

Tuesday, 21 April 2009

Menjadi orangtua tak selamanya sempurna. Terkadang disaat lelah, kita bisa kehilangan kendali dan memarahi si kecil tanpa sebab, atau dengan sebab, padahal apa yang mereka lakukan masih terhitung wajar.

Jadi apa yang harus anda lakukan?

Dalam hal ini anda jelas harus mengalahkan perasaan jengkel dan marah yang berlebihan. Beritahu si kecil dengan tingkat intonasi nada yang lebih tinggi dari sebelumnya, namun ingatkan diri anda, jangan ada emosi disana. Selanjutnya, tanyakan dari hati ke hati, apa sebenarnya yang diinginkan oleh si kecil. Bagaimana perasaannya saat itu? Berdiskusilah dengan menyelamkan diri anda pada seusianya sehingga anda bisa memahami apa yang dia mau.

Terakhir, konsisten dengan ucapan dan tingkah laku yang anda inginkan darinya. Jika anda inginkan si kecil berhenti bermain dan memulai untuk tidur, segera ucapkan “Ayo tidur, nak”,
gendong tubuh mungilnya menuju kamar. Lalu lakukan ritual tidur seperti mematikan lampu kamar, cuci tangan dan kaki dan sebagainya.

 

Hindari Keluarga Broken Home

Friday, 10 April 2009

Pola pengasuhan yang terganggu inilah yang akan mencetak anak-anak jauh dari yang diharapkan oleh orangtua. Ada beberapa perilaku yang ternyata bisa mengganggu tumbuh kembang anak-anak anda.

– Tidak bisa beradaptasi dengan pengasuhan single atau tunggal. Ini yang membuat keluarga bercerai identik dengan broken home. Padahal jika anda cepat beradaptasi dengan pola pengasuhan baik tunggal maupun pola asuh bersama, anak tak akan merasa adanya kesalahan pengasuhan.

– Memberikan anak-anak pengajaran dan pelajaran agar mereka mengubah perilakunya. Sementara anda sibuk dengan dilematis anda dalam rumah tangga atau problem anda sendiri. Ini jelas bukan pengasuhan yang diharapkan anak anda. Mereka menginginkan orangtua yang menjadi contoh baik bagi mereka.

– Menciptakan kondisi yang bisa membuat anak tak percaya diri. Seperti meninggalkan mereka tanpa adanya pengawasan orang dewasa lain, tidak menyediakan waktu yang cukup untuk mereka dan sebagainya. Mereka akan mencari cara sendiri untuk tumbuh kembang.

– Selalu penuh emosi dalam menghadapi si kecil. Padahal mereka belumlah cukup umur untuk mengetahui hal yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan. Namun anda menanggapinya seolah-olah mereka sudah mengerti tentang segalanya.

– Tidak memberikan pilihan bagi anak-anak. Selalu saja apa kata anda adalah harga mati yang harus dipatuhi oleh anak-anak. Mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang lemah dan bingung karena tidak terbiasa memutuskan pilihan. Maka dari itu, hindarilah hal-hal tersebut agar anda senantiasa bisa memberikan pengasuhan yang baik bagi anak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s