Artikel Keluarga-Anak 1


ARTIKEL INI SUDAH CUKUP LAMA DAN SERING SEKALI AKU BACA, AKU INGIN UNTUK SELALU DIINGATKAN AGAR MENJADI ORANG TUA YANG MENERIMA ANAK-ANAKNYA DENGAN KELEBIHAN DAN KEKURANGANNYA MASING-MASING, UNTUK MEMUDAHKAN AKU MEMBACANYA LAGI AKU POSTING DI SINI…

Anak-anak yang digegas Menjadi cepat mekar Cepat matang Cepat layu…

Pendidikan bagi anak usia dini sekarang tengah marak-maraknya. Dimana-
mana orang tua merasakan pentingnya mendidik anak melalui lembaga
persekolahan yang ada. Mereka pun berlomba untuk memberikan anak-anak
mereka pelayanan pendidikan yang baik. Taman kanak-kanak pun berdiri
dengan berbagai rupa, di kota hingga ke desa.. Kursus-kursus kilat
untuk anak-anak pun juga bertaburan di berbagai tempat. Tawaran
berbagai macam bentuk pendidikan ini amat beragam. Mulai dari yang
puluhan ribu hingga jutaan rupiah per bulannya. Dari kursus yang
dapat membuat otak anak cerdas dan pintar berhitung, cakap berbagai
bahasa, hingga fisik kuat dan sehat melalui kegiatan menari, main
musik dan berenang. Dunia pendidikan saat ini betul-betul penuh
dengan denyut kegairahan. Penuh tawaran yang menggiurkan yang
terkadang menguras isi kantung orangtua … Captive market!

Kondisi di atas terlihat biasa saja bagi orang awam. Namun apabila
kita amati lebih cermat, dan kita baca berbagai informasi di intenet
dan lileratur yang ada tentang bagaimana pendidikan yang patut bagi
anak usia dini, maka kita akan terkejut! Saat ini hampir sebagian
besar penyelenggaraan pendidikan bagi anak-anak usia dini melakukan
kesalahan. Di samping ketidakpatutan yang dilakukan oleh orang tua
akibat ketidak tahuannya!

ANAK-ANAK YANG DIGEGAS…

Ada beberapa indikator untuk melihat berbagai ketidakpatutan terhadap
anak. Diantaranya yang paling menonjol adalah orientasi pada
kemampuan intelektual secara dini. Akibatnya bermunculanlah anak-anak
ajaib dengan kepintaran intelektual luar biasa. Mereka dicoba untuk
menjalani akselerasi dalam pendidikannya dengan memperoleh pengayaan
kecakapan-kecakapan akademik di dalam dan di luar sekolah.

Kasus yang pernah dimuat tentang kisah seorang anak pintar karbitan
ini terjadi pada tahun 1930, seperti yang dimuat majalah New Yorker.
Terjadi pada seorang anak yang bernama William James Sidis, putra
seorang psikiater. Kecerdasan otaknya membuat anak itu segera masuk
Harvard College walaupun usianya masih 11 tahun. Kecerdasannya di
bidang matematika begitu mengesankan banyak orang. Prestasinya
sebagai anak jenius menghiasi berbagai media masa. Namun apa yang
terjadi kemudian? James Thurber seorang wartawan terkemuka. pada
suatu hari menemukan seorang pemulung mobil tua, yang tak lain adalah
William James Sidis. Si anak ajaib yang begitu dibanggakan dan
membuat orang banyak berdecak kagum pada beberapa waktu silam.

Kisah lain tentang kehebatan kognitif yang diberdayakan juga terjadi
pada seorang anak perempuan bernama Edith. Terjadi pada tahun 1952,
di mana seorang Ibu yang bernama Aaron Stern telah berhasil melakukan
eksperimen menyiapkan lingkungan yang sangat menstimulasi
perkembangan kognitif anaknya, sejak si anak masih berupa janin. Baru
saja bayi itu lahir ibunya telah memperdengarkan suara musik klasik
di telinga sang bayi. Kemudian diajak berbicara dengan menggunakan
bahasa orang dewasa. Setiap saat sang bayi dikenalkan kartu-kartu
bergambar dan kosa kata baru. Hasilnya sungguh mencengangkan! Di usia
1 tahun,

Iklan