Sedih..beberapa hari ini Sabrina agak gak enak badan. Hari senin lalu udah sempat ke dokter, udah baikan, tapi kok dua hari ini gak mau makan. Sedih banget kalo anak lagi sakit. Sedihnya lagi kerjaan kantor lagi banyak banget. Kemaren dan hari ini aku harus ngajar Diklat Bendahara Pengeluaran untuk pegawai KPU di Hotel Purnama Batu dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore. Besok aku harus ngasih materi Manajemen Aset untuk orang Unisma. Karena hari ini tadi Sabrina masih gak mau makan banyak, terpaksa ngajar orang Unisma tak tunda.Karena peserta pelatihan hanya dua orang dan aku telpon konsultannya off untuk besok diijinkan, maka besok aku off. Rencana Sabrina besok tak suruh istirahat aja, gak usah sekolah dulu. Minggu depan udah UAS, jadi aku perlu menjaga kesehatannya agar fit saat ujian nanti. Duh, mudah2an dia segera baikan..karena kalo anak sakit, stressnya lebih besar dibandingkan hanya sekedar masalah pekerjaan. Cepat sembuh yo nduk…I LOVE U :-*
Desember 2, 2011
Mei 10, 2011
DOA UNTUK ANAK-ANAKKU …
Waktu yang ditunggu telah tiba, hari ini sampai hari Kamis besok anakku yang pertama menjalani Ujian Nasional SD. Mungkin seperti inilah perasaan orang tuaku ketika dulu aku dan adikku menjalani ujian di sekolah. Perasaan campur aduk, antara cemas, berusaha tenang, deg-degan. Babak baru dalam hidup anakku baru akan dimulai, perjuangan mereka tidak berhenti sampai disini. Akan banyak lagi perjuangan bagi mereka dalam mengarungi hidup ini. Hari ini dimulai babak baru bagi anakku untuk mengerti makna dari ikhtiar. Berikhtiar dengan cara mempersiapkan diri menghadapi ujian, dan ikhtiar dengan cara berdoa untuk memohon ridlo dari Allah agar diberi kemudahan dalam memperoleh apa yang dicita-citakan. Jika apa yang kita dapatkan tidak sesuai dengan harapan, maka yakinlah bahwa semua itu adalah yang terbaik dari Allah untuk kita.
Hal ini yang selalu aku tanamkan kepada anak-anak bahwa apa yang kita inginkan belum tentu yang terbaik untuk kita. Allah maha tahu apa yang terbaik untuk kita. Aku memberi contoh kepada mereka mengenai pengalaman hidupku sendiri. Aku bilang ke mereka..Dulu aku ingin sekali kuliah di ITB. Lulus SMA aku memilih jurusan Teknik Kimia dan Elektro sebagai pilihan pertama dan keduaku. Ibuku menyarankan aku memilih satu lagi jurusan untuk kuliah di Malang. Akhirnya dengan berat hati aku memilih akuntansi, dengan harapan aku tidak diterima karena aku tahu akuntansi kan banyak saingan..
Tapi nasib berkata lain, doa orang tua ternyata lebih manjur karena ternyata ketika pengumuman UMPTN aku dinyatakan lulus untuk jurusan yang sebelumnya tidak pernah kubayangkan… AKUNTANSI. Tapi apa yang terjadi sekarang? Mungkin kalau aku tidak kuliah di Akuntansi, aku tidak bisa bekerja di Departemen Keuangan. Kalau aku tidak kuliah di akuntansi mungkin aku tidak akan ketemu suamiku sekarang..orang paling sabar yang pernah kukenal…
Banyak hal yang membuatku yakin bahwa apa yang kita inginkan belum tentu yang terbaik untuk kita. Kita tidak boleh berhenti berusaha, tapi mari kita serahkan hasilnya kepada Allah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Nasehat ini juga yang aku berikan kepada Nofal ketika hari Minggu kemaren dia menjalani test di MTsN, sekolah yang dia inginkan dengan saingan pendaftar yang begitu banyak. Aku bilang ke nofal kita harus berusaha sama-sama fal, mama usahanya dengan berdoa dan kamu selain berdoa juga belajar. Tapi seandainya besok tidak bisa masuk kesitu, itu berarti yang terbaik buat kamu tidak disitu. Yang terpenting adalah kita sudah mencoba dan berusaha, hasilnya kita serahkan pada Allah..untungnya sih dia ngerti.
Sebagai orang tua Doa tidak putus-putusnya aku panjatkan kepada-Mu ya Allah.
Berikanlah selalu yang terbaik untuk anak-anakku ya Allah. Jadikanlah mereka anak-anak yang sholeh dan sholihah. Bimbinglah mereka agar selalu berada di jalan-Mu. Jadikanlah mereka anak-anak yang kuat yang tidak mudah terpengaruh hal-hal yang buruk. Bimbinglah hambamu ini dalam mendidik mereka ya Allah. Apapun yang Engkau berikan, itu adalah yang terbaik untukku. Aku pasrahkan semuanya hanya kepada-Mu ya Allah..semoga Engkau selalu mendengar doaku…amin.. mungkin Doa ini juga yang selalu dipanjatkan oleh orang tuaku untuk anak-anaknya.. semoga Allah mengabulkan semua doa ibu untuk anak-anaknya.. amin

(untuk anakku Nofal yang sedang ujian, semoga diberi kemudahan..amin)
Februari 1, 2011
PENGALAMAN MAKAN “SEGO KUCING”
Ini pengalamanku pertama makan “sego kucing”. Sebenarnya dah lama banget pengen ngerasain apa itu sego kucing tapi gak pernah kesampaian. Setiap kali berusaha mengajak anak-anak mereka pasti menolak, entah alasan apa, tapi yang jelas beberapa kali aku ajak, eh jatuhnya kalo gak ke Mc D ya ke Hokben lagi..mereka gak tahu kalo ibunya “ngidam” pingin banget nyoba sego kucing.. ![]()
Nah beberapa hari yang lalu akhirnya kesampaian keinginanku. Hari itu kebetulan anak-anak udah makan, nasi di rumah juga udah habis..sengaja emang gak masak lagi karena udah diniati..kali ini harus berhasil
Akhirnya aku mengajak suami untuk mencoba sego kucing yang ada di dekat WSS (warung steak and shake) yang ada di jalan sukarno hatta)..mengapa disini?..karena ada referensi dari seorang teman katanya disini lumayan rasanya. Begitu tiba disana dan suami sedang memarkir mobil, eh tiba-tiba si Nofal bilang “ma, ke WSS aja yuk, dah lama nih gak kesini”..lah aku ya gak mau dong, masak mau gagal lagi..trus aku bilang “lho kamu sama adik kan udah makan, bapak sama mama pingin banget makan ini, kamu ngikut aja ya..”..untung deh akhirnya mereka mau ngikut.
Begitu sampai di depan yang jual dan kita milih lauknya, akhirnya Naufal tergoda untuk mencoba. Nasinya kan memang udah dibungkus kecil-kecil gitu, jadi tinggal milih. Begitu mau makan dia bingung trus nanya “lho kita makannya dimana?”..”ya disitu”..aku menunjuk ke arah belakang penjualnya. Disitu ada tikar yang sudah digelar di emperan sebuah toko, jadi makannya lesehan. Minumnya kita pesan kopi joss..yaitu kopi yang diberi bara arang..ini juga baru nyoba, dan ternyata kopinya enak banget. Melihat kami makan, sabrina yang tadinya gak pingin jadi pingin makan juga..sekalian minum kopi joss tentunya..kopi jossnya enak katanya..
Yah kesampaian juga akhirnya makan sego kucing dan minum kopi joss…jadi udah gak penasaran lagi..Ketika anak-anak tak tanya lagi mau gak kapan2 kesana lagi..mereka kompak menjawab nggak..ya udah kapan2 kalo pingin kesana lagi ngajak suami aja berdua..
..pingin minum kopi jossnya lagi..
Di jalan aku cerita ke anak2 kalo dulu mbah ti dan mbah kung juga jualan di pinggir jalan seperti si penjual nasi kucing itu …trus aku sering dititipkan di penjual pisang di pasar karena sering kedinginan di pinggir jalan kena angin malam…sampai pernah kena batuk yang gak kunjung reda selama 3 bulan..karena batuk itu akhirnya mbah ti memutuskan membuka toko aja di rumah, memang aku waktu kecil agak sakit-sakitan..ternyata setelah itu malah toko yang di rumah itu yang jalan sehingga akhirnya gak perlu jualan di pinggir jalan lagi. Anak-anak mendengarkan ceritaku tanpa banyak bicara. Mungkin mereka bingung, heran atau takjub aku nggak tahu, tapi mimik mereka sangat serius. Aku kemudian bilang ke mereka bahwa kita harus selalu bersyukur karena diberi kehidupan yang jauh lebih baik. Mudah-mudahan saja apa yang tak sampaikan bisa mereka terima dengan baik dan mereka dapat belajar untuk selalu bersyukur…
Januari 28, 2011
KETIKA RASA MALAS DATANG..
Entah kenapa bangun tidur pagi tadi kepala terasa agak berat. Males banget mau bangun. Padahal ini masih hari Jumat, masih harus ngantor, masih harus menyiapkan bekal dan sarapan buat anak-anak dan suami. Kalo hari Sabtu sih bisa beli aja..
Aku buka kulkas masih punya tahu dan adonan tepung untuk pisang goreng di kulkas. Jadi tinggal goreng dan membuat sambal kecap. Sreng-sreng.. pisang goreng dan tahu goreng plus sambal kecap buat anak-anak dan suami tercinta ready in not more than 30 minutes..

ini permintaan khusus sabrina..diberi meses dan susu kental manis coklat

sambel kecap plus irisan seledri..mantap dimakan bersama tahu goreng plus kerupuk..sayang tadi kerupuknya habis dan belum sempat goreng lagi..
Nyampe di kantor untuk menghilangkan sakit kepala aku membuat minuman wedang secang..tadi pas mau berangkat dibawain suami..tak minum anget-anget..nah sekarang dah lumayan nih..mudah-mudahan segera segar kembali..
Januari 27, 2011
NGOBROL WITH NOFAL LAST NIGHT
Masih berhubungan dengan artikel yang tak copas barusan. Sebenarnya aku membaca artikel itu kemaren, dan entah kebetulan atau tidak hari itu juga aku mengalami kejadian yang berhubungan dengan itu. Mungkin ini karena kepikiran tentang artikel itu atau apa, yang jelas malam itu tanpa sengaja aku terlibat pembicaraan yang serius dengan Nofal mengenai sebuah kejadian. Kebetulan si nofal nih lagi minta HP yang bisa buat internetan katanya. Memang selama ini setiap kali dia minta aku dan suami tidak pernah setuju untuk memberikannya dengan alasan belum waktunya. Walaupun dia bilang teman2nya punya HP yang hampir semua bisa buat internetan aku tetap bersikukuh untuk tidak. Bagiku mungkin lebih kepada alasan nanti akan susah mengontrol penggunaan internet itu, terutama ada ketakutan tersendiri jika anak-anak sampai mengakses situs dengan konten dewasa. Tapi akhirnya kami luluh dan berjanji akan membelikan. Dan tadi malam aku iseng-iseng bertanya (mungkin karena masih kepikiran artikel yang kubaca siang harinya)..ini dialog ku dengan Nofal malam itu..kurang lebih (lagi…)
Januari 19, 2011
MANIK-MANIK SABRINA


Sabrina sedang senang-senangnya membuat kalung, gelang dan cincin dari manik-manik. Anak perempuanku ini memang sangat telaten. Kalau sudah asyik dengan satu hal, dia tidak akan berhenti sampai merasa bosan. Sudah beberapa hari ini setiap malam selesai belajar dia merangkai perhiasan dengan model yang dia inginkan. Dan hasilnya akan dia berikan kepada teman-teman di sekolah. Dia bilang temannya suka terus ada yang minta dibuatkan…malah seneng dia kalo ada yang minta. Aku berusaha mendukung anak-anak melakukan kegiatan yang mereka minati selama itu positif. Sebagai bentuk dukunganku itu hari ini aku belikan lagi manik-manik yang berwarna-warni dan bermacam model. Aku berharap dia semakin bersemangat dengan hobinya. Seperti aku dulu yang selalu bersemangat dengan hobiku.
Dulu ketika aku masih duduk di bangku kuliah aku pernah minta dileskan menjahit. Orang tuaku berusaha mensupport walaupun akhirnya aku drop out sebelum sempat mendapatkan ijazah, tapi mereka tidak kecewa. Ya aku berhenti les menjahit karena aku tidak cocok dengan cara mereka memberikan materi. Aku tidak telaten mengikuti tahap demi tahap mulai dari pengenalan terhadap piranti jahit sampai pembuatan pola yang menurutku terlalu rumit. Bersyukurlah aku mempunyai bude yang pintar menjahit. Dari beliaulah aku diajari membuat pola dasar dengan cara yang menurutku sangat simpel dan tidak terlalu banyak teori. Setelah bisa membuat pola dasar aku tertarik untuk pecah model. Aku membeli beberapa buku pecah model bekas. (lagi…)
Januari 18, 2011
PSP DAN NILAI UASBN…
Sudah menjadi hukum wajib bagi anak-anakku bahwa jika mereka mempunyai keinginan maka harus berjuang untuk memperolehnya. Seperti ketika dulu Nofal umur 6 tahun dan minta Play Station 2, maka aku mau membelikan kalau dia bisa berpuasa di bulan Ramadhan satu bulan penuh. Dan alhamdulillah dia bisa puasa penuh dan PS 2 itu sebagai hadiahnya. Dan saat ini ketika dia mulai bosan dengan PS2 dan minta dibelikan PSP maka seperti biasa aku mengajukan syarat yang menurutku dia bisa memenuhinya.
Aku ingin nilai UASBN nya rata-rata minimal 9 atau 45 total karena sekarang UASBN terdiri atas 5 mata pelajaran. Pertama sih dia protes, katanya “mama dan bapak punya uang, masak sih aku minta PSP aja pake syarat, padahal temen2ku kalo minta sesuatu pasti langsung dikasih”..Aku ketawa aja dia bilang begitu. Trus aku bilang “dulu waktu mama kecil, mama pingin dibeliin radio, sama mbah ti diberi syarat harus rangking 1 dulu”. Dan dia menjawab lagi “tapi kan dulu memang mbah ti gak punya uang, sekarang mama kan punya”.. Ya tak jawab ” biar kamu merasakan bahwa sesuatu yang diperoleh dengan perjuangan itu sangat manis hasilnya, kamu akan lebih menghargai apa yang sudah kamu peroleh dengan susah payah le”.. Anak-anak memang tidak selalu langsung bisa menerima apa yang dikatakan orang tuanya, tapi setelah kita ajak berdiskusi lama-lama akan mengerti, buktinya dia akhirnya tidak protes…he..he
Sebenarnya aku tidak terlalu terfokus kepada masalah nilainya, tetapi aku lihat selama ini dia memang tidak pernah menunjukkan keseriusan untuk belajar karena dia menganggap bahwa nilainya sudah bagus. Memang sih nilai-nilai dia jauh di atas rata-rata, tapi kelemahannya dia sedikit tidak teliti dan cenderung menggampangkan sesuatu. Mungkin kalau dia lebih serius dan teliti hasilnya bisa lebih bagus lagi.
Contoh kemaren waktu ujian semester mata pelajaran matematika, dia hanya salah satu dan mendapatkan nilai 97,5. Setelah tak lihat ternyata kesalahannya sepele sekali. Bukan karena soalnya sulit tetapi kesalahannya hanya karena dia salah menghitung hasilnya. Gemes banget. Ketika aku beri masukan jawabannya gini “udahlah ma, mama kok gak bersyukur, temanku ada yang dapet 19″…oalah..bingung kan?? Disatu sisi aku tidak ingin meributkan masalah nilai tapi disisi lain aku pingin dia mengerti bahwa kalau kita melakukan sesuatu itu jangan tanggung-tanggung. Artinya kalau kita sudah berjuang dan ternyata nantinya hasil tidak sesuai harapan ya itu sudah takdir. Yang penting adalah usahanya, bukan hasilnya. Nah aku lihat dia itu berjuangnya belum maksimal.
Saat ujian pasti semacam lomba buat dia, bukan lomba untuk mendapat nilai terbaik, tapi lomba siapa yang paling cepat mengerjakan. Itulah makanya dia selalu cepat sekali mengerjakan soalnya. Di rumah pernah tak coba untuk soal IPA yang waktu pengerjaannya 2 jam, dia hanya mengerjakan dalam waktu 15 menit. Benar-benar seperti tidak membaca soal. Akhirnya aku tanya “kamu itu sebenarnya menjawab itu dengan berfikir tidak..kok cepat sekali”. Dia jawab “ya mikir ma, dikoreksi aja sama mama”. Dan ketika tak koreksi ada beberapa hal yang remeh dia jawab salah walaupun tidak banyak. Ketika tak tanya lagi dia cuman bilang “oo..aku salah baca tadi berarti, tak kira begini”..nah masalah seperti ini muncul kan karena dia tidak teliti membaca soal. Itulah yang ingin aku perbaiki jangan sampai hal seperti ini terjadi seterusnya.
Mudah-mudahan saja ketika sekarang aku memberikan target maka akan memacu dia untuk lebih serius dan teliti sehingga hasilnya bisa lebih bagus lagi. Ada hal yang lebih penting memang daripada sekedar nilai yaitu perjuangan. Bahwa tidak ada sesuatu yang bisa kita peroleh tanpa berjuang. Allah tidak akan mengubah nasib kalau kita sendiri tidak berusaha. Jadi selama kita hidup selama itulah perjuangan kita berlangsung. Mama dan Bapak hanya bisa berdoa tapi yang berusaha tetap kamu..:-)
Malang 18 Januari 2011
Untuk anak-anakku Naufal dan Shabrina..
Jangan pernah berhenti berusaha
Jangan pernah putus asa
Allah selalu memberi jalan bagi hambanya yang mau berusaha..
Januari 17, 2011
Aku dan internet..
Pagi-pagi aku datang ke kantor dengan harapan bisa segera menyapa mbah google dan mencari sesuatu yang kubutuhkan seperti biasa. Di pagi hari mbah google bisa diakses dengan begitu cepat, mungkin karena belum banyak yang terhubung. Dengan bersemangat aku memulai hari, membuka halaman demi halaman web untuk membaca berita terupdate hari ini. Yess.. memulai hari memang terasa kurang kalau tidak mengakses yahoo.com, detik.com maupun website langgananku perempuan.com. Tidak lupa pula aku menyambangi blog-ku untuk sekedar menambahkan beberapa tulisan tertentu. Satu lagi yang hampir tidak pernah kulewatkan adalah mengupdate status di facebook atau sekedar membaca status teman-temanku sekaligus membalas komen jika ada. Dan satu lagi hal yang tidak boleh ketinggalan adalah membuka email dari milis dan menjawab beberapa hal yang penting. Semua hal itu sudah menjadi bagian dari siklus hidupku pagi hari di kantor. Sebelum memulai beraktifitas semua itu menjadi bagian yang tidak terpisahkan.
But today…oh no..internet mati..gak bisa nyari artikel, gak bisa nyari bahan, gak bisa update status, gak bisa baca email, gak bisa ngeblog..mendadak aku seperti orang bingung. Tidak tahu apa yang harus kuperbuat dengan keadaan ini. Waduh..kacau..sudah sedemikian parahkah ketergantunganku padamu? Alhasil hari ini kulalui dengan membaca buku yang sudah pernah kubaca. Membaca koran yang ada di ruangan. Setelah itu??..bingung lagi..malah sempat ketiduran di ruangan gara-gara sudah tidak ada lagi sesuatu yang bisa aku kerjakan. Aku terbangun ketika ada teman mencariku..he..he..malu juga sih..tapi itulah kenyataanya..Mungkin internet sudah menjadi suami keduaku. Sebenarnya pingin sih mengurangi mengakses internet sedikit demi sedikit tapi selalu gagal. Entah bagaimana selalu saja aku terkoneksi lagi…he..he..itu mah emang sengaja. Mungkin jalan satu-satunya dengan dipaksa seperti saat ini. Dipaksa untuk membaca koran lagi, dipaksa untuk lebih kreatif lagi mengerjakan sesuatu tanpa internet. Aku butuh sesuatu yang bisa membantuku mengurangi ketergantungan pada internet. Im still trying…
Januari 14, 2011
TELURNYA DIBAGI YAAA…

Pagi ini bangunku agak kesiangan, belum nyiapin sarapan buat anak-anak. Kebetulan memang semalam tidak menyiapkan apa-apa dan tidak sempat mengintip masih ada bahan atau tidak di kulkas. Nah pagi ini karena buru-buru ya sudahlah mie instant saja ditambah telor dadar, pasti mau. Aku sangat berterima kasih pada penemu mie instant karena sangat membantuku dalam situasi seperti ini.
Sekitar pukul 5.30 pagi, nasi sudah matang, mie juga sudah siap, tinggal masak telur dadarnya. Ketika membuka kulkas ternyata telur tinggal satu, jadilah setelah matang telornya tak iris jadi dua buat anak-anak..He..he..Jadi ingat ketika kecil dulu yang harus selalu berbagi telur ceplok dengan adikku. Masih kuingat bagaimana kami selalu membandingkan telur yang diparo itu karena masing-masing pingin mendapatkan kuning telur lebih besar. Ya..walaupun ibu sudah berusaha membagi dengan adil, tapi masih saja hal itu sering menjadi bahan pertengkaran kami karena kami menganggap masih tidak sama. Lucu kalo mengingat itu, mengingat masa kecil dimana aku harus selalu berbagi apapun dengan adikku yang beda 4 tahun usianya. Walaupun cuma berdua tapi tetap saja hal-hal kecil menjadi bahan keributan.
Orang tuaku memang beda dengan para tetangga di sekitar rumahku waktu itu. Saat itu belum dikenal istilah keluarga berencana, kalaupun ada belum segencar sekarang. Tidak heran tetangga sekitar rumah rata-rata memiliki anak diatas 5 orang, hampir tidak ada yang anaknya hanya dua orang. Karena keputusan beliau itulah ibuku mendapatkan penghargaan KB Mandiri dari pemerintah waktu itu. Aku baru mengerti maksud beliau saat itu mengapa tidak mau mempunyai banyak anak yaitu ingin meningkatkan kualitas hidup anaknya.
Alhamdulillah sekarang anak2nya sudah mandiri dan orang tuaku bisa bersantai menikmati masa tua dengan tetap membuka toko kecil di rumah. Hiburannya ya anak-anakku dan anak adikku yang setiap pulang sekolah menuju kesana, sore hari baru kami jemput untuk pulang ke rumah masing-masing. Disaat tetangga lain masih mempunyai anak yang butuh biaya sekolah mereka berdua sudah terbebas dari kewajiban itu. Terimakasih ya Allah, semoga mereka selalu diberi kesehatan dan kebahagiaan…amin
Januari 13, 2011
TANAMANKU
Aku tergolong orang yang malas berkebun, padahal aku senang kalau rumahku tampak hijau. He..he..mungkin lucu, maunya sejuk tapi kok malas merawat. Tapi karena tetap pingin rumah kelihatan hijau ya aku mencoba menanam beberapa tanaman yang menurutku tidak terlalu memerlukan perawatan khusus.

Tanaman yang pertama aku tanam adalah Belimbing sayur, ternyata tanaman ini cepat sekali besar, ketika pertama kutanam tingginya sekitar 20 cm, dalam waktu setahun ternyata sudah berbuah tuh belimbing sayur. Belimbing ini bisa tumbuh subur tanpa terlalu banyak diberi perhatian, cocok lah. Dan yang terpenting belimbing sayur ini banyak sekali manfaatnya. Contohnya buahnya buat masak, ibu-ibu sekitarku sudah banyak yang memanfaatkannya, minimal untuk membuat sayur asem atau pepes, ada juga yang mengambil bunganya sebagai obat batuk. Senang rasanya kalo tanaman yang kita tanam memberi banyak manfaat.


Tanaman kedua yang aku tanam adalah nangka. Waktu itu aku ingat, kita sedang berjalan-jalan di sekitar comboran. Oiya comboran adalah tempat orang-orang berjualan barang-barang loak di malang. Waktu itu aku ingat ada bapak tua yang membawa cangkokan pohon nangka yang masih kecil, kira-kira tingginya 15 cm, dan juga membawa foto-foto pohon nangka yang sudah berbuah. Aku tertarik melihatnya, iseng-iseng akhirnya aku beli satu buah bibit pohon dari Bapak itu, aku ingat harganya sekitar sepuluh ribu rupiah. Waktu itu sih aku tidak berfikir tuh nangka enak atau enggak, yang penting niatku adalah untuk menanam sesuatu di luar pagar rumah mengingat tidak mungkin untuk menanam pohon di halaman rumahku yang sempit. Dalam jangka waktu kira-kira 4 tahun pohon nangkaku berbuah untuk pertama kalinya. Dan waktu itu berbuahnya 11 biji, buah yang pertama paling besar, sedangkan sisa lainnya tidak terlalu besar, mungkin karena terlalu banyak buah sehingga perkembangannya tidak maksimal. Buah pertama yang matang aku bagikan ke tetangga di sekitar rumah, dan sebagian lagi tak bagikan ke tetangga ibuku yang rumahnya tidak terlalu jauh dari rumahku. Selain itu juga sempat tak bawa ke kantor. Komentarnya sama semua..enak banget nangkanya..syukurlah. Memang yang membuat hatiku senang, ternyata buah nangka yang aku tanam ini sangat manis buahnya dan tidak lembek walaupun dalam keadaan terlalu matang. Sampai sekarang tuh nangka rutin berbuah setiap tahun, bahkan sekarang seperti tidak mengenal musim, buah sudah dipetik tumbuh lagi bakal buah yang lain, begitu seterusnya.

Tanaman selanjutnya adalah belimbing buah, nah kalo blimbing sudah agak besar waktu beli. Jadi waktu itu tingginya sudah sekitar 1 meter. Kira-kira 1 tahun sudah berbuah, buahnya besar dan manis. Tapi sekarang ini mungkin karena pohonnya terlalu banyak daun, buahnya jadi agak kecil dan tidak semanis dulu.

Tanaman lainnya adalah mangga, nah mangga ini yang paling lama berbuah, sudah 7 tahun lebih mungkin kutanam dan baru saat ini mulai berbuah, itupun banyak bakal buahnya yang rontok. Tapi mudah-mudahan yang ini buahnya benar-benar bisa jadi buah mangga besar. Oiya aku menanam buah mangga 2 jenis, nggak tahu sih jenisnya apa. Karena waktu itu yang satu itu aku beli tanpa bertanya kepada penjualnya mengenai jenisnya. Dan pohon yang satunya itu diberi oleh seorang teman.

Nah ini tanaman buah yang terakhir kutanam adalah pohon jambu, kalau pohon jambu ini sangat cepat berbuahnya. Aku menanam buah jambu ini belum setahun sudah berbuah, buahnya berwarna merah dan besar sekali bentuknya, orang bilang jambu bangkok. Sekali lagi aku tidak tahu jenis jambu yang kubeli karena memang setiap aku membeli tanaman niat awal adalah untuk penghijauan jadi bagaimana nanti buahnya tidak begitu penting. Pertama kali berbuah langsung banyak dan karena banyak yang suka ya siapapun yang mau aku persilahkan memetik asalkan memang untuk dimakan. Mulai tetangga dekat rumah, tetangga ibuku, saudara-saudara sampai tukang sampah perumahan. Terakhir kemaren ketika ada beberapa tetangga ibuku datang mereka membawa plastik untuk dibawa pulang, katanya rasanya manis dan segar.

Tanaman lainnya adalah sirih merah. Aku beberapa kali menanam sirih merah tapi tidak sukses, kalau nggak kering pasti mati. Terakhir aku membeli sirih merah di kediri, waktu itu sih aku lihat tanaman sirih itu tidak terlalu terawat tapi sudah banyak cangkokan bibit di potnya. Karena harganya juga tidak terlalu mahal akhirnya aku beli. Ternyata bener, sampai di Malang, cangkokannya aku pecah-pecah sampai akhirnya menjadi beberapa pot, inilah jadinya sekarang. Tanaman ini sudah banyak aku bagi juga ke tetangga, bahkan di tetanggaku sirihnya menjadi lebih sehat dan gemuk, he..he karena lebih dirawat mungkin. Selain itu banyak yang minta untuk obat, aku sendiri menggunakan sirih ini sebagai obat terutama kalo si nofal sedang mimisan. Dia kan kalo terlalu capek kadang suka mimisan.
Senang juga sih kalau ternyata banyak yang suka, jadi gak mubadzir. Karena niat awalku menanam pohon itu adalah pingin rumahku lebih sejuk dan rindang tanpa terlalu banyak perawatan. Kalau ternyata akhirnya tanamanku menghasilkan sesuatu, ini adalah bonus..he..he..Setelah ini menanam apalagi yaa..










